REKENING DONASI

BSM
No. Rek. 06.700.17771
a.n Baitulmaal Indonesia

BCA
No. Rek. 87800.39290
a.n. Baitulmaal Indonesia.

BTN
No. Rek. 00521.0150.000426.7
a.n Baitulmaal Indonesia

Spirit Pemberdayaan

BACALAH KAMI

"Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat. Jika mereka melakukan hal itu, maka darah dan harta mereka akan dilindungi, kecuali dengan alasan syariat dan perhitungan mereka ada pada Allah Taala."    ( Hadits Shahih Riwayat Bukhari-Muslim )



Orang yang baik akhlaknya adalah orang yang paling dicintai Allah swt.

“Orang yang paling dicintai Allah swt. adalah orang yang paling baik akhlaknya di antara kalian, orang lain bisa bergaul dengannya dan tidak tersakiti, bisa akrab dan diakrabi orang lain. Sedangkan orang yang paling dibenci Allah swt. adalah orang yang menyebarkan namimah, yang memecah persaudaraan, dan mencari-cari kesalahan orang-orang baik.” [HR. Thabrani].

- Orang yang baik akhlaknya bisa mencapai derajat orang yang qiyamullail dan berpuasa:

إن المؤمن ليستدرك بحسن خلقه درجة قائم الليل صائم النهار

“Dengan akhlak yang baik, seorang mukmin bisa mencapai derajat orang yang shalat di malam hari dan puasa di siang hari.” [HR. Baihaqi].


 Abu Sa’id RA dan Abu Hurairah RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Segala sesuatu yang menimpa seorang muslim, baik berupa rasa letih, sakit, gelisah, sedih, gangguan, gundah-gulana, maupun duri yang mengenainya (adalah ujian baginya). Dengan ujian itu, Allah mengampuni dosa-dosanya.” (Muttafaq ‘alaih)

Pelajaran dari Hadits:
  1. Penyakit yang diderita seorang muslim dan penderitaan lain yang menimpa   dirinya adalah sarana untuk membersihkan dirinya dari dosa.                                             
  2. Orang yang celaka adalah orang yang diharamkan dari pahala kebaikan.

“Ketika kami shalat bersama Rasulullah saw tiba-tiba ada seseorang bersin, aku katakan, ‘Yarhamukallah.’ Tiba-tiba orang-orang memandangiku aku pun berkata, ‘Brengsek, mengapa kalian memandangiku seperti ini?’ Tiba-tiba mereka semua menepuk paha mereka. Ketika mereka mendiamkanku aku pun diam. Setelah Rasulullah saw selesai shalat, demi (Allah) atas ayah dan ibuku, tidak pernah aku melihat seorang pendidik, sebelum dan sesudah ini, yang lebih baik dari beliau. Demi Allah, beliau tidak menghardikku, tidak memukulku, dan tidak mencaciku. Beliau hanya berkata, ‘Shalat ini tidak boleh dicampur dengan ucapan manusia sedikit pun. Ia berisi tasbih, takbir, dan membaca Al-Qur’an.’ Atau seperti apa yang disabdakan Rasulullah. Aku katakan, ‘Ya Rasulullah, baru saja aku berada pada kejahiliyahan lalu Allah menunjukkan Islam. Di antara kami terdapat banyak orang yang masih mendatangi dukun-dukun.’ Beliau bersabda, ‘Kalau begitu kamu jangan ikutan datang.’ Aku juga katakan, ‘Di antara kami masih ada juga orang-orang yang melakukan tathayyur.’ Beliau bersabda, ‘Hal itu mereka dapatkan di dalam dada mereka. Jangan sampai hal itu menghalangi mereka.” (Muslim).


Kedermawanan seseorang akan menunjukkan keberanian dalam dirinya, karena ia tidak merasa takut akan kehilangan apa yang ia berikan kepada orang lain. Kedermawanan juga mencerminkan iman yang kuat dan kokoh, karena ia yakin bahwa apa yang diberikannya kepada orang lain niscaya akan mendapatkan ganti dari Allah. Inilah apa yang telah dijanjikan oleh Al Qur'an:

"Dan apa yang kalian infakkan, maka Dia (Allah) pasti menggantinya dan Dialah pemberi rizki yang sebaik-baiknya" (Q.S. Saba' : 34).

Sifat dermawan adalah sifat yang sangat terpuji lagi mulia. Cukup lah bagi kita untuk memahaminya, bahwa Allah swt telah menasbihkan diriNya dengan sifat "al-Karim", Yang Maha Dermawan. Kalau lah tidak karena kedermawanan Allah, kita pasti tidak memiliki apa-apa, tidak kesejahteraan, tidak pula ketentraman. Dermawan juga merupakan sifat para Nabi, para sahabat, serta orang-orang saleh